Monday, September 12, 2011

Gereja sebagai Komunitas Edukasi: Bagaimana Melakukannya?

Mengapa Kita Membicarakan Ini?
           Gereja sebagai Komunitas Edukasi: Bagaimana Melakukannya? Ini yang sedang saya jelaskan disini. Mengapa kita menghabiskan energi untuk membicarakannya? Apa kepentingan, tujuan untuk menjelaskan soal itu? Saya hanya ingin “menggiring” konsentrasi kita tertuju pada pertanyan dasar dibuku ini: “bagaimana melakukannya atau how to do it?”
    Terlihat sangat sederhana dan biarkanlah sesimple itu. Tetapi bagaimana sebenarnya dasar pemahamannya? Bagaimana metodologi pelayanan untuk melakukannya? Bagaimana model-model yang diinginkan sesuai dengan realitas dan spirit zaman postmodernitas seperti saat ini? Bagaimana tangggung jawab sosial gereja, jemaat terhadap Tuhan dan komunitas masyarakat beragama Kristen dan di luarnya yang hidup dalam kenyataannya kita jumpai sudah multikultural dan plural?
        Terlepas dari semua itu, intinya saya ingin mempromosikan gagasan the church as learning and community center.” Artinya, Gereja sebagai pusat komunitas beragama Kristen yang intelektual dan intelektual yang Kristen, serta sebagai pusat pembelajaran yang komprehensif untuk pendidikan Kristen. Pemahaman ini penting untuk menuntun pelaku dan penggiat PAK gereja lokal melakukannya di dalam gereja agar dilakukan juga secara komprehensif. Jika kita sepakat dengan itu, bahwa dalam seluruh dimensi pelayanannya, baik administrasi, penjangkauan, dan pendampingan pastoral, gereja berfungsi sebagai komunitas belajar, bukan lagi hanya komunitas orang beiman secara tologis semata. Kapanpun dan dimanapun orang-orang Kristen sedang dibentuk menjadi gambaran Yesus Kristus melalui pelayanan, dan disana ada pendidikan Kristen berlangsung.
          Pendidikan Agama Kristen adalah nama yang kita berikan kepada bahwa proses pembentukannya dan pelaksanaan edukasinya, dan disebut Kristen untuk mengedukasi seluruh dimensi kekristenan, baik yang tertulis dalam Kitab Suci atau “in book” dan dalam kehidupan keseharian atau “daily life”. Inilah yang penting untuk dipahami gereja dalam melaksanakan tugas-tugas dan praktek pendidikan Kristen.
            Proses melakukannya saya bangun diatas fondasional perkataan Yesus sendiri yang terdokumentasi dalam Matius 28: 20: “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Saya memahami substansi kata “ajar” disana lebih fokus artikulatif dari horison ilmu pendidikan agama Kristen. Kata ini secara sederhanya saya pahami sebagai tugas publik dan tanggung jawab sosial dari penggiat atau pelaku PAK di gereja lokal.
     Perintah Illahi yang Akbar ini diterjemahkan menjadi melakukan tindakan pendidikan, atau mengedukasi jemaat, masyarakat, dan bangsa atau semua orang melakukan Firman yang diucapkan atau diajarkan, dan diteladankan Yesus, dan semua yang terdokumentasi di dalam Alkitab itu. Kata ini besifat perintah atau “commission” atau mandat akbar, layaknya Allah kita yang Akbar itu.
         PAK disini saya tempatkan dalam artian tindakan dan tanggung jawab sosial yang kongkrit untuk mengedukasi jemaat. Proses edukasinya dengan pendekatan multidisciplinary. Misalnya dengan ragam dan integrasi pendekatan teologi (dengan 5 pembidangannya: historika, biblika, sistematika, praktika-PAK Anak hingga Dewasa, dan bidang-bidang umum, khususnya missiologi, dan ekklesiologi), ilmu pedagogi (teori belajar, ilmu kependidikan), sosiologi (gereja dan komunitas masyarakat beragama), psikologi umum dan perkembangan, manajemen dan kepemimpinan, dan manajemen pendidikan. Intinya PAK bisa berintegrasi dengan sains, sosial sains, dan sains humanities lainnya. Hal itu semua tentu dilaksanakan dalam PAK gereja lokal dalam situasi dan konsidi tertentu sesuai dengan levelnya.
            Tetapi, bukan berarti dengan mengatakan itu PAK di gereja lokal menjadi campur baur, tidak jelas. Tetapi malahan akan semakin jelas cara dan pelaksanaan edukasinya. Dengan multi-pendekatan ini, saat bersamaan jemaat gereja lokal dituntut oleh status dan identitas illahi, teologis dan sosiologisnya untuk membawa PAK itu turun merakyat ke jalan-jalan dan kelorong-lorong memasuki secara mendalam ke dalam seluruh dimensi kehidupan masyarakat di sekitarnya, sesuai dengan setting sosial masing-masing dimana gereja itu bersosialisasi dan mensosialisasikan dirinya.  
          Tujuan akhirnya dari PAK di dalam gereja adalah menjadikan semua orang sebagai Kristen yang matang atau dewasa secara spiritual atau “Christian maturity”. Tetapi bukanlah selalu harus diterjemahkan sebagai upaya-upaya Kristenisasi. Kita lebih baik fokus pada kematangan spiritual, sosial dan intelektual. Itulah yang bisa berdampak kongkrit bagi arena sosial yang lebih luas, dan itulah tugas utama dari PAK gereja lokal.
           Mengapa harus demikian, karena realitas atau kondisi masyarakat setempat yang sesungguhnya, lengkap dengan nilai-nilai didalamnya itulah yang menuntun semua dimensi program dan pelayanan PAK, seharusnya dilakukan oleh para penghiat dan pelaku PAK. Artinya, seluruh bentuk pelayanan PAK di gereja itu harus merupakan integrasi dari nilai-nilai teologi dan perkembangan seluruh dimensi kehidupan manusia. Metodologi pelayanan kedua hal ini harus dikerjakan dengan metode dan pendekatan sains, sosial sains, dan sains humanities lainnya. Untuk itulah salah satu keinginan dari buku ini, setidaknya bisa menambah bagaimana melakukan PAK di gereja lokal dan membantu mengurai masalah-masalah internalnya.
         Dimensi pelayanan gereja yang edukatif itu masih bisa terus semakin dikembangkan diperluas menjadi dimensi yang menjadi eduaktif dalam tataran sosio-praksisinya Dengan demikian, kita memang bisa menggunakan gereja pusat komunitas belajar atau “church as learning center community” untuk pendidikan agama dan komunitas masyarakat beragama Kristen. Disamping sebagai pusat pelayanan teologis melulu. Jika ini yang kita lakukan, maka tidak akan ada yang “mencibir” jika saya katakan memang gereja adalah salah satu instrumen yang paling tepat dan lengkap sebagai  model untuk agen perubahan sosial atau “agent of social change” itu.
             Pemahaman ini penting untuk menuntun pendidikan agama Kristen di dalam gereja agar dilakukan juga secara komprehensi dan professional. Inilah menjadi issu  fundamental dalam hal teori, pemikiran dan sosio-praksis PAK gereja lokal di zaman postmodernitas, disini dan sekarang ini. Untuk itu, pemikiran pendidikan dan prasisnya dalam buku penting disambut oleh semua pihak yang terlibat dalam membina pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Kristen.


Catatan   : Essay ini merupakan introduksi dan daftar isi dari buku yang saya tulis.
 
DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I DASAR PEMAHAMAN PELAYANAN PAK DI GEREJA LOKAL
A. Fondasi Pelayanan PAK di Gereja
1.  PAK Memenuhi Kebutuhan Hidup Semua Orang
2.  Issu-issu Fondasional Pelayanan PAK
3.  PAK adalah Edukasi Orang Kristen
4.  PAK Melayani Kebutuhan Hidup Semua Orang
a.  PAK sebagai Instrumen Gereja
b.  Asumsi Teoritis PAK: Teologis dan Psikologis
c.  Ilmu Pedagogi PAK di Gereja Lokal

BAB II METODOLOGI PELAYANAN PAK DI GEREJA LOKAL
B.  Metodologi untuk Perkembangan PAK di Gereja
1.  Kurikulum PAK: Muatan Isi dan Materi
2.  Perencanaan Mengajar dan Belajar PAK
3.  Mengorganisasi PAK Sesuai Setting Sosial
4.  Mempertemukan Teori dan dan Sosio-Praksis

BAB III MODEL PELAYANAN PAK DI GEREJA LOKAL
C. Mendesain Model PAK di Gereja
1.  Pelaksanaan PAK di Gereja Lokal
2.  Orang yang Terlibat dan Bertanggung Jawab
3.  Peran dan Kontribusi Penggiat dan Pelaku PAK
4.  Evaluasi PAK

BAB IV TANGGUNG JAWAB SOSIAL PAK DI GEREJA LOKAL
D. Sosio-Edupraksis PAK di Gereja
1.  Pendekatan dan Proses Pelayanan
2. Sosio-edupraksis PAK
3. Pelayanan PAK Sesuai Realitas dan Spirit Zaman
4.  Fungsi dan Tanggung Jawab Sosial PAK
   
Daftar Pustaka

Penulis    : Elia Tambunan, S.Th (PAK)., M.Pd.
Judul        : Gereja Sebagai Komunitas Edukasi: Bagaimana Melakukannya?
ISBN        : 978-602-99935-2-3 (Katalog Dalam Terbitan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia)
Penerbit : illumiNation, Yogyakarta
Tahun     : Agustus, 2011
Harga      : Rp. 38.000., (tambah ongkos kirim).
Kategori : PAK, Gereja, Pendidikan, Teori dan Praktek Mengajar
Post a Comment